Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cara Menemukan Masalah Penelitian atau Research Gap

Gap penelitian merupakan Sebuah pernyataan yang menunjukkan adanya penyimpangan (a statement of deviation) antara harapan dan kenyataan. masalah sangat berperan dalam mengarahkan seorang peneliti melakukan kegiatan penelitiannya. Permasalahan dalam penelitian sering disebut dengan problem atau problematika. Ciri-ciri permasalahn yang baik serta layak diteliti adalah: dapat diteliti, mempunyai kontribusi signifikan, dapat didukung dengan data empiris, dan sesuai dengan kemampuan dan keinginan peneliti.


Penelitian dalam jenis apa pun akan selalu bertumpu dan bersumber pada suatu masalah, karena penelitian tidak akan dapat terlaksana jika tanpa masalah. Bagaimana Menemukan masalah penelitian? Berikut ini merupakan sumber yang dapat kita jadikan sebagai gap penelitian

Empirical Gap

Masalah ini dapat muncul karena Pengamatan atas fenomena yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari, tentu masalah disampaikan harus ada bukti empiris yang menunjukan bahwa itu benar-benar masalah. Pengamatan dapat menjadi sumber masalah penelitian. Masalah kadang-kadang muncul setelah seseorang melihat hal-hal tertentu di lapangan yamg menimbulkan pertanyaan-pertanyaan yang akhirnya menjadi suatu masalah penelitian walaupun sebelumnya dia tidak sengaja mencari masalah penelitian.

Research Gap

Research gap adalah celah – celah atau senjang penelitian yang dapat dimasuki oleh seorang peneliti berdasarkan pengalaman atau temuan peneliti – peneliti terdahulu. Sumber research gap diperoleh dengan membaca dan menelaah hasil penelitian yang ada. Umumnya research gap ditemukan pada bagian pembahasan dan future/further research dari sebuah naskah hasil penelitian.
Jenjang/ tingkatan literature:
  1. Buku pelajaran/text book
  2. Laporan penelitian yang tidak dipublikasikan.
  3. Proceeding Temu Ilmiah bidang ilmu, yaitu kumpulan naskah ilmiah yang disiapkan sebagai hasil dari sebuah pertemuan ilmiah bidang ilmu tertentu. Naskah semacam ini biasanya dipublikasikan setelah melalui sebuah proses diskusi yang mendalam terhadap berbagai aspek penelitian yang diliput dalam naskah tersebut
  4. Scientific Readings. Bacaan yang bukan merupakan buku pelajaran tetapi memuat eksplorasi yang mendalam mengenai sebuah bidang ilmu atau ditulis dalam lintas bidang ilmu.
  5. Tesis dan disertasi. Naskah ini adalah hasil penelitian yang digunakan seseorang untuk mendapat gelar magister dan doktor dalam bidang ilmu tertentu.
  6. Naskah Referal Journal dalam bidang ilmu, sebagai rujukan utama dari sebuah penelitian ilmiah.
Ferdinand (2016) menjelaskan bahwa yang namanya celah penelitian dapat bercirikan sebagai berikut:
  1. Tatanan konseptual yang baik, tetapi belum ada pembuktian empiris. Celah penelitian muncul karena dalam sebuah teori tatanan konseptualnya sangat mapan, tetapi pada bagian konsep tertentu belum ada yang coba untuk mengujinya secara empiris. Hal ini tentunya membutuhkan telaah literatur dan riset yang sangat banyak dan mendalam, sehingga celah penelitian model ini bisa ditemukan
  2. Masalah penelitian yang belum berhasil dijawab atau hipotesis yang belum berhasil dibuktikan. Celah penelitian muncul karena banyak dari temuan penelitian yang membuktikan bahwa hipotesis yang dibangun dari suatu teori tersebut cenderung tidak signifikan. Misalnya, Teori yang menyatakan bahwa Investasi berpengaruh terhadap tingkat pertumbuhan ekonomi sudah tidak mungkin lagi disangsikan. Banyak penelititan yang menunjukaan bahwa reksadana syariah tidak berpengaruh secara positf dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Tentunya hal ini menarik untuk diteliti lebih lanjut apakah dari sudut metode penelitiannya, baik dari sample, alat analisis, dll.
  3. Temuan penelitian yang kontroversial terhadap penelitian sejenis lainnya. Celah ini ditemukan ketika terjadi hasil penelitian yang berbeda antara penelitian satu dengan penelitian lainnya terhadap konsep dan proposisi yang sama. Sebagai contoh penelitian si A menemukan bahwa X berpengaruh signfikan terhadap Y, namun si B menemukan bahwa X tidak berpengaruh terhadap Y. Celah penelitian model ketiga ini nampaknya sangat popular dan sangat  banyak digunakan oleh sebagian besar peneliti, dalam suatu penelitian. Namun bukan berarti celah penelitian yang paling tepat adalah model ketiga. Semua model adalah tepat, hanya saja khasanah metodologi kita yang belum luas
  4. Hasil penelitian yang menyisakan kelemahan. Biasanya dari beberapa penelitian terdahulu selalu menulis keterbatasan penelitian ataupun saran penelitian yang akan datang. Hal ini juga termasuk dari kategori celah penelitian yang dapat kita gunakan untuk memperoleh permasalahan.

Theorical Gap

Theory gap adalah kesenjangan atau ketidakmampuan sebuah teori dalam menjelaskan sebuah fenomena sehingga teori tersebut lalu dipertanyakan. Masalah dan masalah penelitian dapat dikembangkan dari adanya teori gap dalam masyarakat. Proses pencarian theory gap ini tidaklah mudah, namun satu kebanggaan bagi peneliti dan sponsornya bila mereka mampu menemukan theory gap sebagai langkah awal eksplorasi ilmiah lanjutan.

Proses pencarian theory gap hampir sama dengan proses pencarian research gap, namun berbedadalam besaran cakupannya. Sebuah teori mempunyai cakupan yang lebih luas dari sebuah konsepdalam research gap. Hanya melalui sebuah penelitian yang intesiflah seorang peneliti dapatmenemukan atau mengembangkan sebuah theory gap yang mengungkapkan gugatannya terhadap kemapanan sebuah teori

Post a Comment for "Cara Menemukan Masalah Penelitian atau Research Gap"